Monday, March 20, 2017

Animasi 2 Dimensi Menggunakan Adobe Flash CS6


Berikut ini adalah tutorial cara membuat animasi dengan menggunakan adobe flash cs6
Pada animasi ini kami mengambil tema tentang perusakan sumber daya alam yaitu menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak sehingga ikan ikan mati dan populasinya berkurang.


    
Pertama kita buka aplikasi adobe flash cs6 kemudian pilih actionscript 3.0 dan setelah itu klik ok. Apabila sudah di klik, maka akan muncul tampilan new file dengan sebuah layer kosong seperti gambar dibawah ini.



Untuk membuat video kita membutuhkan 5 layer sebagai objek di video, yaitu : awan, gelombang, perahu, gelombang kedua dan background. Layer ini juga berfungsi sebagai pemisah antara layer lain sehingga tidak saling tertindih satu sama lain. Contohnya layer bisa dilihat pada gambar dibawah


Setelah itu kita masukkan masing masing gambar sesuai nama layer yang sudah kita buat tadi. kemudian kita atur posisi atau letak dari masing-masing gambar sesuai dengan keinginan kita. Contohnya pada gambar berikut


Kemudian kita buat pergerakan pada objek agar terlihat lebih hidup dan dapat di katakan sebagai animasi. Lalu tambahkan gambar bom lalu setiap 5 detik pada timeline kita rubah posisi bom sehingga menuju dasar laut agar seolah bom itu dilempar kearah laut.


Pada setelah selesai kita buat pergerakan ombak dengan cara klik 2 kali pada objek, kemudian atur kecepatan dengan memilih waktu pada kotak timeline.Semakin panjang timeline maka pergerakan semakin lambat.kemudian klik kanan pada awal timeline lalu pilih insert keyframe dan create classic tween.kemudian klik pada timeline terakhir lalu pindahkan objek ketemoat yang diinginkan.

Kemudian klik scene 1 untuk kembali ke tampilan layout.Lalu klik control+enter untuk melihat hasilnya atau dengan cara pilih menu control kemudian klik test scene.

Monday, March 13, 2017

ANALISA WEBSITE

Selamat Datang di Gatry’s World. Kali ini saya mendapatkan tugas Desain & Manajemen Jaringan Komputer , yaitu menganalisa akses jaringan ke komputer dari salah satu web Universitas Gunadarma. Kali ini saya mengambil sub domain dari www.bapsi.gunadarma.ac.id.
Ada beberapa cara untuk menganalisa, yaitu sebagai berikut.
I.                     Speedtest

Pertama-tama, saya akan mengecek kecepatan koneksi internet melalui www.speedtest.net . Berikut adalah hasilnya.
Dari data tersebut diperoleh bahwa kecepatan download 31,92 Mbps memiliki ecepatan cukup baik
II.                   Cek IP adress melalui CMD
Sebelum melakukan perintah tersebut, silahkan buka aplikasi CMD dengan klik kanan pilih Run As Administrator kemudian klik.
Lalu ketikan perintah netsch int ip reset dan akan perintah Restart , silahkan Restart Laptop/PC.
Kemudian buka kembali aplikasi CMD , untuk mengecek IP Adress dengan mengetik perintah nslookup bapsi.gunadarma.ac.id

Dari hasil tersebut diperoleh beberapa data, yaitu nama, address, aliases. Kita akan menggunakan IP Adress untuk membantu proses analisa.
III.                 Menganalisa melalui SimilarWeb

Secara singkat, SimilarWeb merupakan platform penyedia untuk analisa dan perbandingan website. Dengan bantuan SimilarWeb kita akan menganalisa traffic dari website www.bapsi.gunadarma.ac.id

Dari data tersebut diperoleh pengunjung website bapsi.gunadarma.ac.id sebanyak 2K atau 2000 pengunjung.




Hasil tersebut menyebutkan bahwa website Bapsi Universitas Gunadarma juga dilirik oleh Malaysia sebanyak 8,92% mengunjungi website tersebut.
Untuk Indonesia, sebanyak 91,08% juga rajin mengunjungi website tersebut

IV.                Cek Respon Time\


Untuk mengecek respon time silahkan ketikkan perintah ping (ipadress). Dari data tersebut diperoleh PING , yaitu TTL =54, Min = 6 ms, Max = 14 ms, dan Average = 8 ms.

Semoga info yang telah saya sampaikan berguna untuk kalian yang ingin mencobanya. Kurang lebihnya mohon dimaafkan karena saya juga masih tahap belajar.

Happy Studying .

Saturday, January 7, 2017

METODE BACKWARD CHAINING


 Merupakan kebalikan dari forward chaining dimana mulai dengan sebuah hipotesa (sebuah objek) dan meminta informasi untuk meyakinkan atau mengabaikan. Backward chaining inference engine sering disebut: ‘Object-Driven/Goal-Driven‘.
Contoh 1 :
Diketahui sistem pakar dengan aturan-aturan sebagai berikut :
R1       : IF suku bunga turun THEN harga obligasi naik
R2       : IF suku bunga naik THEN harga obligasi turun
R3       : IF suku bunga tidak berubah THEN harga obligasi tidak berubah
R4       : IF dolar naik THEN suku bunga turun
R5       : IF dolar turun THEN suku bunga naik
R6       : IF harga obligasi turun THEN beli obligasi


METODE FORWARD CHAINING


Kadang disebut:data-driven karena inference engine menggunakan informasi yang ditentukan oleh user untuk memindahkan ke seluruh jaringan dari logika ‘AND’ dan ‘OR’ sampai sebuah terminal ditentukan sebagai objek. Bila inference engine tidak dapat menentukan objek maka akan meminta informasi lain. Aturan (Rule) di mana menentukan objek, membentuk path (lintasan) yang mengarah ke objek. Oleh karena itu, hanya satu cara untuk mencapai satu objek adalah memenuhi semua aturan.
Forward chaining: Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri dulu (IF dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.

Apabila diketahui bahwa dolar turun, maka untuk memutuskan apakah akan membeli obligasi atau tidak dapat ditunjukkan sebagai berikut:
·                     Penyelesaian dengan Forward Chaining