Motor Inferensi (Inference
engine) merupakan pusat pengambilan keputusan pada Sistem Pakar dengan
penyesuaian fakta-fakta pada memori dengan basis pengetahuan untuk
mendapatkan kesimpulan dan jawaban. Inference
engine merupakan otak dan pemikir dari suatu Sistem Pakar. Dalam inference engine ini sistem melakukan suatu
penalaran yang dilandasi oleh basis pengetahuan (didapat dari pakar) yang
dimiliki sistem sehingga menghasilkan sebuah keputusan.
Proses penalaran ada dua macam dan biasanya lebih
disebut dengan proses chaining (forward chaining dan backward chaining). Kedua metode ini mempunyai
kelebihan tersendiri, semuanya itu tergantung terutama dari kondisi
permasalahan yang dihadapi dan basis pengetahuan. Metode forward Chaining dan backward chaining merupakan
dua teknik penalaran yang biasa digunakan dalam sistem pakar.
A.
Metode forward
Chaining
Kadang disebut:data-driven karena inference
engine menggunakan informasi yang ditentukan oleh user untuk memindahkan ke seluruh
jaringan dari logika ‘AND’ dan ‘OR’ sampai sebuah terminal ditentukan sebagai
objek. Bila inference engine tidak
dapat menentukan objek maka akan meminta informasi lain. Aturan (Rule) di mana
menentukan objek, membentuk path (lintasan) yang mengarah ke objek.
Oleh karena itu, hanya satu cara untuk mencapai satu objek adalah memenuhi
semua aturan.
Forward
chaining: Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri
dulu (IF dulu). Dengan kata lain penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu
untuk menguji kebenaran hipotesis.
B. Metode backward Chaining
Merupakan kebalikan dari forward chaining dimana mulai dengan sebuah hipotesa
(sebuah objek) dan meminta informasi untuk meyakinkan atau mengabaikan. Backward
chaining inference engine sering
disebut: ‘Object-Driven/Goal-Driven‘.
Kedua teknik penalaran di atas
(forward dan backward chaining) dipengaruhi oleh tiga macam teknik penelusuran
(searching) yaitu:
1. Teknik Depth-First Search
Adalah teknik penelusuran data pada node-node secara vertical dan
sudah terdefinisi, misalnya kiri ke kanan, keuntungan pencarian dengan teknik
ini adalah bahwa penelurusan masalah dapat di gali secara mendalam sampai di
temukannya kapasitas suatu solusi yang optimal.
Kekurangan teknik penelesuran ini adalah membutuhkan waktu
yang sangat lama untuk ruang lingkup masalah yang besar.
Gambar
Teknik Depth First Search
2. Teknik Breadth-First
Search
Adalah teknik penelusuran data pada semua node dalam
satu level atau salah satu tingkatan sebelum ke level atau
tingkatan di bawahnya. Keuntungan pencarian daengan teknik ini adalah sama
dengan depth first search, hanya saja penelusuran dengan tehnik ini
mempunyai nilai tambah, dimana semua node akan di cek secara
menyeluruh pada setiap tingkatan node. Kekurangan teknik
penelusuran ini terletak pada waktu yang dibutuhkan yang sangat lama apabila
solusi berada dalam posisi node terakhir sehingga menjadi
tidak efisien. Kekurangan dalam implementasi juga perlu di pertimbangkan,
misalnya teknik penelusuran menjadi tidak interaktif antara suatu topik dengan
topik yang lain atau harus melompat dari satu topik ke topik yang lain sebelum
topik tersebut selesai di telusuri.
3. Teknik Best-First Search
Adalah teknik penelusuran yang menggunakan pengetahuan akan
suatu masalah untuk melakukan panduan pencarian ke arah node tempat dimana
solusi berada. Pencarian jenis ini dikenal juga sebagai heuristic.
Pendekatan yang dilakukan adalah mencari solusi yang terbaik berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki sehingga penelusuran dapat ditentukan harus di mulai
dari mana dan bagaimana menggunakan proses terbaik untuk mencari solusi.
Keuntungan jenis pencarian ini adalah mengurangi beban komputasi karena hanya
solusi yang memberikan harapan saja yang diuji dan akan berhenti apabila solusi
sudah mendekati yang terbaik. Ini merupakan model yang menyerupai cara manusia
mengambil solusi yang dihasilkan merupakan solusi yang mutlak benar.
Gambar Teknik Best First Search




No comments:
Post a Comment